loader image
Orang tuanya manusia

Ayo Menjadi Orang Tuanya Manusia

“Apa itu orang tuanya manusia? Memangnya selama ini kami menjadi orang tuanya siapa?”

Dua pertanyaan seperti di atas selalu muncul setiap saya melakukan workshop Bahagia Menjadi Orang Tuanya Manusia. Dan, jawaban saya selalu sama, membuat mereka sejenak terhenyak dan berpikir.

Saya hanya khawatir, sebagai orang tua, kita memandang anak-anaknya sebagai robot-robot. Siap menerima perintah, menuruti apapun instruksi tanpa membantah. Tidak mempunyai inisiatif dan tanpa kreativitas. Anak kita seperti malaikat putih tanpa cacat dan salah. Tidak pernah membangkang, apalagi sampai berkelahi dengan teman-temannya. Anak kita seperti ‘human robot’ yang sudah lulus tes produksi.

Baca juga:
Komidi Putar: Nostalgia yang Meriah dan Menyenangkan

Orang tuanya manusia adalah kembali memandang anak kita sebagai manusia yang tumbuh dan berkembang, baik secara fisik maupun psikis. Pastilah banyak masalah yang terjadi berkaitan dengan pengetahuan anak kita terhadap lingkungannya. Bayangkan, diri anak kita berkembang dan lingkungannya pun berkembang pesat. Penyesuaian antara keduanya, pasti menimbulkan banyak potensi konflik. Dan, itulah kehidupan sebenarnya kala orang tua dikarunia satu bahkan lebih anak.

Menjadi orang tua memang gambang-gampang susah. Namun secara sederhana, orang tua harus menguasai tiga hal.

orang tuanya manusia
sumber foto: wavebreakmedia-micro

Pertama, orang tua harus mempunyai paradigma yang benar tentang mendidik anaknya. Saya banyak sekali menemui paradigma orang tua yang masih terbawa oleh konsep-konsep usang dari orang tuanya dulu, padahal zaman sudah berubah.

Baca juga:
Manajemen Waktu untuk Anak

Kedua, orang tua harus mampu menerapkan pola asuh dalam mendidik sesuai usia perkembangan anak. Betapa sering terjadi masalah antara orang tua dan anak yang disebabkan oleh cara berkomunikasi yang keliru. Orang tua belum mengetahui cara berkomunikasi atau ‘masuk ke dalam dunia anak’.

Ketiga, orang tua harus mengetahui cara memunculkan bakat dan memantik minat anaknya. Betapa banyak anak kita sampai menginjak usia remaja belum mengetahui apa bakatnya. Tidak fokus dan akhirnya tidak mampu menarik bakat dan minatnya ke dalam profesi yang kelak akan digelutinya.

Baca juga:
Discovering Ability: Hobi Baru Orang Tua

Memang, masih banyak ‘orang tuanya robot’, menjadi orang tuanya manusia. Pelajari tiga hal: paradigma, pola asuh, serta minat dan bakat.[]

Artikel ini pernah dipublikasikan di laman munifchatib.com

Yuk, berbagi artikel bermanfaat ini!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram